BPS NTT Rilis Indikator Ekonomi Agustus 2026, NTT Alami Deflasi 0,40 Persen

Ekonomi 02 Sep 2026 11:13 • 3 min read • 69 views • By Chrispina

Share berita ini

BPS NTT Rilis Indikator Ekonomi Agustus 2026,  NTT Alami  Deflasi 0,40 Persen
PEREMPUANCENDANA || KUPANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Provinsi NTT mengalami deflasi sebesar 0,40 persen...

PEREMPUANCENDANA || KUPANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Provinsi NTT mengalami deflasi sebesar 0,40 persen pada Agustus 2026. Deflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar terhadap perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK).

 

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si., dalam konferensi pers rilis indikator statistik bulanan yang berlangsung di Aula BPS Provinsi NTT, Selasa (1/9/2026).

 

Selain perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), BPS Provinsi NTT juga merilis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Agustus 2026, perkembangan ekspor dan impor bulan Juli 2026, perkembangan pariwisata Juli 2026, serta perkembangan transportasi.

 

Matamira menjelaskan, IHK merupakan indikator yang menggambarkan perkembangan harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pola perubahan harga yang terjadi di masyarakat.Apabila IHK mengalami kenaikan, kondisi tersebut disebut inflasi. Sebaliknya, apabila terjadi penurunan maka disebut deflasi.

 

Secara kumulatif, inflasi tahun kalender Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak Januari hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 1,65 persen. Sementara inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) berada pada level 2,59 persen.

 

Menurut Matamira, deflasi yang terjadi pada Agustus 2026 dipengaruhi oleh penurunan harga pada tiga dari sebelas kelompok pengeluaran.

 

Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang dominan deflasi dengan penurunan indeks sebesar 1,13 persen dan memberikan andil terhadap deflasi sebesar minus 0,43 persen.

 

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami deflasi sebesar 0,46 persen dengan andil sebesar minus 0,06 persen.

 

Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penghambat dominan deflasi karena mengalami kenaikan harga pada Agustus 2026.

 

Kelompok tersebut tercatat mengalami inflasi sebesar 0,68 persen dengan andil sebesar 0,04 persen terhadap perubahan indeks harga konsumen.

 

Hampir Seluruh Wilayah IHK Mengalami Deflasi

Berdasarkan wilayah pengumpulan data atau wilayah IHK di Provinsi Nusa Tenggara Timur, deflasi secara month-to-month (m-to-m) pada Agustus 2026 terjadi di hampir seluruh wilayah cakupan IHK.

 

Seluruh wilayah mengalami deflasi, kecuali Kabupaten Ngada yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

 

Sementara itu, jika dilihat dari inflasi tahunan, sebagian besar wilayah di NTT masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

 

Namun, Kota Waingapu tercatat berada di luar rentang target inflasi tahunan dengan angka inflasi mencapai 4,04 persen.

 

Selain Waingapu, inflasi tahun kalender di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) juga berada di luar rentang target tahunan karena berada di bawah batas 1,5 persen.

 

Hingga Agustus 2026, inflasi tahun kalender di Kabupaten TTS tercatat sebesar 0,84 persen.

 

BPS Provinsi NTT terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas dan indikator ekonomi sebagai bagian dari penyediaan data statistik yang akurat bagi pemerintah dan masyarakat dalam melihat kondisi perekonomian daerah.

Perempuan Cendana