SE2026; Memotret Indonesia, BPS NTT Percepat Pendataan Ekonomi hingga 31 Agustus

Pendidikan 20 Aug 2026 10:09 • 2 min read • 88 views • By Christina

Share berita ini

SE2026; Memotret Indonesia, BPS NTT Percepat Pendataan Ekonomi hingga 31 Agustus
SE2026 Memotret Indonesia, BPS NTT Percepat Pendataan Ekonomi hingga 31 Agustus   KUPANG, Perempuan Cendana || Badan Pusat Statistik (BPS) Prov...

SE2026 Memotret Indonesia, BPS NTT Percepat Pendataan Ekonomi hingga 31 Agustus

 

KUPANG, Perempuan Cendana || Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan berakhir pada 31 Agustus 2026.

 

Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memotret secara menyeluruh kondisi serta aktivitas ekonomi masyarakat di NTT. Hal itu disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS NTT, Indra Achmad Sofian Souri, SST., M.Si., dalam diskusi media bersama BPS NTT di Aula BPS Provinsi NTT, Rabu (19/8/2026).

 

Menurut Indra, SE2026 dilaksanakan selama kurang lebih dua setengah bulan. Dalam pelaksanaannya, BPS melibatkan mitra statistik untuk membantu petugas di lapangan, mengingat keterbatasan jumlah pegawai yang tersedia.

 

Ia menjelaskan, kelengkapan data ekonomi sangat penting karena menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Pemerintah membutuhkan gambaran yang utuh mengenai berbagai aktivitas dan kegiatan usaha yang berlangsung di tengah masyarakat.

 

“Pesan kuncinya, kita tidak bisa membangun ekonomi yang tepat sasaran dengan peta ekonomi yang tidak lengkap,” ujar Indra.

 

Melalui SE2026, BPS berupaya memperoleh gambaran mengenai jumlah dan lokasi usaha, jenis kegiatan ekonomi yang berkembang, serta karakteristik pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha berskala besar.

 

Selain aktivitas ekonomi konvensional, pendataan juga memperhatikan perkembangan ekonomi digital yang terus mengalami pertumbuhan. Pemetaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui struktur ekonomi daerah sekaligus mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

 

“Tujuannya adalah untuk memetakan ekonomi,” kata Indra.

Ia menambahkan, hasil SE2026 nantinya diharapkan menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

 

Data yang dihasilkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan usaha, struktur ekonomi daerah, aktivitas ekonomi digital, serta berbagai potensi ekonomi yang selama ini belum tercatat secara optimal.

 

Karena itu, BPS NTT mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan SE2026, khususnya dengan memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan kondisi usaha kepada petugas sensus.

 

Masyarakat diharapkan memanfaatkan sisa waktu pendataan hingga 31 Agustus 2026 untuk memastikan kegiatan ekonomi yang dijalankan dapat tercatat dalam sensus.

 

Dengan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, SE2026 diharapkan mampu menghasilkan peta ekonomi Indonesia dan NTT yang lebih lengkap dan akurat, sehingga dapat menjadi pijakan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Perempuan Cendana