GURUBOT Hadir di Kupang Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa Berbasis AI

Pendidikan 02 Sep 2026 13:59 • 3 min read • 67 views • By Chrispina

Share berita ini

GURUBOT Hadir di Kupang  Dorong  Peningkatan Literasi dan Numerasi  Siswa Berbasis AI
PEREMPUANCENDANA || KUPANG– Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa bersama Skivul dan Siunata memperkenalkan aplikasi GURUBOT, sebuah inovasi pembelaja...

PEREMPUANCENDANA || KUPANG– Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa bersama Skivul dan Siunata memperkenalkan aplikasi GURUBOT, sebuah inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu guru meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui pembelajaran yang menyenangkan.

 

Sosialisasi aplikasi dengan tema “Mari Belajar Menulis, Membaca, dan Berhitung dengan Menyenangkan Bersama AI Berbasis Luring untuk Literasi dan Numerasi” tersebut berlangsung di Hotel Kristal Kupang, Selasa (1/9/2026), dan diikuti para guru di Kota Kupang.

 

Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.Sip., M.Si. Dalam sambutannya, Ernest mengatakan salah satu persoalan yang masih dihadapi dunia pendidikan adalah kemampuan siswa dalam memahami bacaan.

 

“Masih banyak siswa yang rajin membaca, tetapi tidak memahami apa isinya. Jadi siswa hanya membaca saja,” ujar Ernest.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, terlebih kemampuan literasi dan numerasi Indonesia masih tergolong rendah dalam pemeringkatan internasional.

 

Karena itu, kata Ernest, diperlukan inovasi dan pemanfaatan teknologi yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran. Pemerintah Kota Kupang menyambut baik kehadiran GURUBOT sebagai salah satu inovasi yang dapat mendukung guru dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

 

“Kami menyambut baik kehadiran GURUBOT. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi dan asisten bagi guru, bukan pengganti guru,” katanya.

 

Ernest menjelaskan, GURUBOT menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih personal dan dikemas dalam bentuk permainan atau game sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Melalui aplikasi tersebut, guru dapat memantau perkembangan siswa sekaligus memberikan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

 

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang, para guru, Skivul dan Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa dapat berjalan secara berkelanjutan. Para guru juga diminta aktif memberikan masukan agar aplikasi tersebut terus dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

 

“Target kita bersama adalah literasi dan numerasi di Kota Kupang meningkat. Ke depan, kita berharap Indonesia bisa masuk 10 besar,” tutur Ernest.

 

Sementara itu, Program Director Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa, Amanda Simanjuntak, mengatakan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi Indonesia masih menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bersama.

 

Menurut Amanda, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan, pemerintah, guru, dan pengembangan teknologi.

 

“Ini menjadi tantangan dan PR bersama. Karena itu, kami menghadirkan GURUBOT berbasis AI yang dikemas dalam bentuk game yang menyenangkan,” jelas Amanda.

 

Ia menjelaskan, GURUBOT dirancang sebagai asisten bagi guru, bukan sebagai pengganti guru. Aplikasi tersebut membantu guru dalam proses pembelajaran, memantau perkembangan siswa, serta memberikan rekomendasi intervensi berdasarkan kebutuhan masing-masing anak.

 

Dengan pendekatan pembelajaran yang personal, guru dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan kemampuan siswa secara lebih cepat dan terarah.

 

“Dengan GURUBOT, guru dapat melihat perkembangan anak secara real time. Ke depan, kami berharap aplikasi ini dapat membantu meningkatkan literasi dan numerasi di Kota Kupang,” ujar Amanda.

 

Melalui sosialisasi tersebut, GURUBOT diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, personal, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, sekaligus memperkuat peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang.

Perempuan Cendana