Di Boawae, Gubernur NTT Ajak Ngada dan Nagekeo Sukseskan Gerakan Jam Belajar Masyarakat

Pendidikan 05 Jul 2026 08:02 3 min read 76 views By Christina PC

Share berita ini

Di Boawae, Gubernur NTT Ajak Ngada dan Nagekeo Sukseskan Gerakan Jam Belajar Masyarakat
PEREMPUANCENDANA|| Boawae-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melanjutkan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor...

PEREMPUANCENDANA|| Boawae-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melanjutkan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat dengan menyapa para guru dan pelajar dari Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo di SMAK St. Clemens Boawae, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (4/7/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Koordinator Pengawas Wilayah Ngada–Nagekeo, para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta ketua OSIS SMA dan SMK dari kedua kabupaten.

 

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap peningkatan mutu pendidikan di wilayah Ngada dan Nagekeo. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dibangun melalui kolaborasi seluruh pihak.

 

Dalam pemaparannya, Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan bahwa Pergub Nomor 24 Tahun 2026 diterbitkan sebagai respons atas masih rendahnya kualitas pendidikan di NTT. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), NTT berada di peringkat ke-36 dari 38 provinsi di Indonesia.

 

"Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Kita memang memiliki sekolah dan anak-anak yang berprestasi, tetapi itu belum mencerminkan kondisi pendidikan NTT secara keseluruhan," tegas Gubernur.

 

Ia mengajak seluruh masyarakat menghidupkan kembali budaya membaca, menulis, dan berhitung sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

Menurut Gubernur, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya memperluas akses, tetapi juga harus diikuti peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan aktif keluarga dalam mendampingi anak belajar.

 

Melalui Pergub tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan Jam Belajar Masyarakat setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Pada waktu tersebut, berbagai aktivitas yang tidak mendesak diharapkan menyesuaikan agar anak-anak memiliki kesempatan belajar bersama keluarga.

 

"Selama satu setengah jam itu, anak-anak harus memiliki waktu khusus untuk belajar. Orang tua mendampingi mereka, keluarga hadir bersama, dan masyarakat ikut menciptakan suasana yang kondusif," ujarnya.

 

Selain peningkatan kemampuan akademik, Gubernur juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan jiwa kewirausahaan agar lulusan sekolah di NTT mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

 

Ia juga mengingatkan bahwa masih ditemukan peserta didik yang telah menempuh pendidikan tinggi namun belum menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung secara memadai. 

.

"Kalau anak-anak kurang berkembang, itu bukan salah mereka. Itu adalah tanggung jawab kita semua. Kita punya pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan di NTT," katanya.

 

Sosialisasi berlangsung interaktif melalui dialog bersama para ketua OSIS dan perwakilan siswa. Para pelajar mengungkapkan bahwa kemampuan membaca sudah cukup baik, namun kemampuan menulis, memahami bacaan, serta budaya literasi masih perlu ditingkatkan. Mereka juga menilai penggunaan telepon genggam secara berlebihan menjadi tantangan yang memengaruhi minat belajar.

 

 

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur mengapresiasi keterbukaan para siswa dan menegaskan bahwa aspirasi mereka akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

 

Pemerintah Provinsi NTT berharap implementasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tidak sekadar menjadi kebijakan administratif, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat demi mewujudkan generasi NTT yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Perempuan Cendana