Gubernur Melki : NTT Siap Sukseskan PESONAS II 2026, Beri Ruang Setara bagi Atlet Disabilitas
PEREMPUANCENDANA || JAKARTA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung atlet penyandang disabilitas intelektual sekaligus menyukseskan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Kupang.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Charity Night Special Olympics Indonesia (SOIna) bertajuk Memberi Sayap untuk Mimpi Tanpa Batas di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih prestasi, tanpa memandang keterbatasan yang dimiliki.
"Tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang kehilangan kesempatan untuk bermimpi hanya karena keterbatasan yang dimilikinya," tegas Gubernur Melki.
Menurutnya, mimpi tidak pernah mengenal disabilitas. Yang kerap menjadi penghalang justru minimnya kesempatan, dukungan, dan keberanian masyarakat untuk membuka jalan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Ia menilai Charity Night SOIna bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian bersama dalam mendukung pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual agar mampu berkembang dan mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Special Olympics Indonesia (SOIna) yang selama ini konsisten memberikan ruang bagi para atlet disabilitas intelektual untuk bertumbuh melalui olahraga.
Menurutnya, olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membangun karakter, menanamkan disiplin, keberanian, rasa percaya diri, persahabatan, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki kembali menegaskan kesiapan Provinsi NTT menjadi tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026. Kepercayaan yang diberikan kepada NTT dinilai sebagai kehormatan sekaligus amanah yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
"Menjadi tuan rumah bukan hanya menyiapkan arena pertandingan, penginapan, atau seremoni pembukaan, tetapi juga menyiapkan masyarakat yang ramah, lingkungan yang inklusif, serta menghadirkan suasana yang membuat setiap atlet merasa dihargai," ujarnya.
PESONAS II 2026 di Kota Kupang akan diikuti peserta dari 23 provinsi, melibatkan 908 atlet, 386 pelatih, dan mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Ajang tersebut menjadi simbol komitmen Indonesia dalam membangun masyarakat yang semakin inklusif serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara.
Dalam acara itu, Gubernur Melki juga memperkenalkan maskot resmi PESONAS II, Varanus, yang terinspirasi dari satwa endemik Indonesia, komodo (Varanus komodoensis). Maskot tersebut melambangkan keberanian, ketangguhan, optimisme, dan semangat pantang menyerah yang mencerminkan perjuangan para atlet Special Olympics.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki mengajak pemerintah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga filantropi, komunitas, serta seluruh masyarakat Indonesia untuk terus bergotong royong mendukung pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual.
Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh warga untuk hidup, berkarya, dan berprestasi.
Related Articles