TPID NTT dan Kota Kupang Galakkan Urban Farming dan Hilirisasi Cabai di Sekolah

Pendidikan 28 Jul 2026 07:23 2 min read 39 views By Chrispina

Share berita ini

TPID NTT dan Kota Kupang Galakkan  Urban Farming dan Hilirisasi Cabai di Sekolah
 PEREMPUANCENDANA || KUPANG  – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama TPID Kota Kupang mengin...

 PEREMPUANCENDANA || KUPANG  – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama TPID Kota Kupang menginisiasi Program SIGAP (Sinergi Pengendalian Inflasi dan Hilirisasi) Cabai 2026 sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi melalui pengembangan urban farming di lingkungan sekolah.

 

Program yang melibatkan SMA/SMK se-Kota Kupang tersebut resmi dibuka di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Kamis (23/7/2026).

 

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi H. Ngane, mengatakan program ini diharapkan mampu melahirkan sekolah-sekolah yang produktif, kreatif, dan menjadi contoh pengembangan urban farming di lingkungan pendidikan.

 

"Program ini diharapkan mampu melahirkan sekolah-sekolah yang produktif, kreatif, dan menjadi contoh pengembangan urban farming di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi yang sejalan dengan program One School One Product (OSOP), serta menjaga stabilitas inflasi pangan dengan pendekatan inovatif," ujarnya.

 

Program SIGAP Cabai merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara TPID dan BBPP Kupang untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan pelajar melalui praktik budidaya cabai sesuai standar yang baik.

 

Sebanyak 200 peserta yang mewakili 49 SMA/SMK sederajat di Kota Kupang mengikuti pelatihan budidaya cabai. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penanaman, pemeliharaan, hingga pengelolaan tanaman cabai agar dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

 

Usai pelatihan, setiap sekolah akan menerima bantuan bibit cabai beserta sarana dan prasarana pendukung untuk dibudidayakan hingga masa panen. Hasil panen nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari program kewirausahaan sekolah, sekaligus mendorong minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

 

Selain budidaya, program ini juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil panen. Cabai yang diproduksi sekolah dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti sambal, cabai bubuk, maupun pasta cabai. Melalui proses tersebut, peserta didik didorong untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan inovasi produk, desain kemasan, hingga strategi pemasaran yang memiliki daya saing.

 

Dengan hadirnya Program SIGAP Cabai 2026, TPID Provinsi NTT dan TPID Kota Kupang berharap sekolah dapat menjadi pusat edukasi pertanian modern sekaligus laboratorium kewirausahaan bagi generasi muda. Program ini diharapkan mampu memperkuat diversifikasi pangan lokal, meningkatkan kemandirian ekonomi sekolah, serta mendukung pengendalian inflasi pangan secara berkelanjutan di Kota Kupang

Perempuan Cendana