Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di NTT, Wujudkan Data Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
PEREMPUANCENDANA- KUPANG Riuh tabuhan tambur berpadu dengan tepuk tangan ribuan warga yang memadati kawasan Car Free Day di Jalan El Tari, Kota Kupang, Sabtu (27/6/2026), mengawali Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penampilan tarian Tambur etnis Belu-Malaka oleh Sanggar Lakateu dan pemukulan tujuh tambur menjadi penanda resmi dimulainya pendataan ekonomi terbesar di Indonesia tersebut.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dan didominasi nuansa oranye itu dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTT, Badan Pusat Statistik (BPS), pelaku usaha, serta masyarakat yang antusias menyaksikan pencanangan tersebut.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS RI, Dr. Pudji Ismartini, M.App.Stat., mengatakan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting, baik bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.
Menurutnya, pada pelaksanaan SE 2026 kali ini, BPS turut memasukkan sektor pertanian yang pada sensus sebelumnya belum didata.
"Data dari sensus ekonomi bukan sekadar angka, tetapi akan berpengaruh pada kesempatan kerja dan perkembangan usaha. Dari data tersebut kita juga dapat mengetahui peluang kerja dan sektor usaha yang sedang berkembang," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahu, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Badan Pusat Statistik atas penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda strategis nasional.
Menurutnya, pelaksanaan SE 2026 merupakan upaya besar BPS untuk memotret secara utuh kondisi perekonomian Indonesia. Seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro dan kecil di desa hingga usaha berskala besar, akan didata secara komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
"Pemerintah pada hakikatnya sangat memerlukan penyajian data yang akurat dari BPS dalam merumuskan berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah," demikian sambutan Gubernur.
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, data ekonomi yang akurat memiliki arti strategis, terutama dalam perencanaan pembangunan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta berbagai agenda pembangunan daerah lainnya.
"Hasil SE 2026 akan menjadi fondasi penting yang didukung oleh data yang lengkap, akurat, dan terpercaya," lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berlangsung lancar, sukses, dan dapat dipertanggungjawabkan serta membawa manfaat bagi penyusunan kebijakan pembangunan di daerah.
"Sensus Ekonomi 2026 merupakan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Data yang berkualitas adalah fondasi pembangunan yang berkualitas. Mari menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama antara pemerintah, BPS, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan data ekonomi yang berkualitas demi menunjang pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang lebih baik," tutupnya.(cht)
Related Articles