Survei Bank Indonesia: Kegiatan Dunia Usaha di NTT Meningkat Signifikan Pada Triwulan II 2026

Ekonomi 20 Jul 2026 17:53 2 min read 56 views By pc

Share berita ini

Survei Bank Indonesia: Kegiatan Dunia Usaha di NTT Meningkat Signifikan Pada Triwulan II 2026
Didorong sektor pertanian, belanja pemerintah dan peningkatan investasi dunia usaha di NTT menunjukan tren positif meski utilisasi kapasitas produksi sedikit melambat

PEREMPUANCENDANA || KUPANG- Kinerja kegiatan dunia usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan peningkatan signifikan pada Triwulan II Tahun 2026. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 43,81 persen, melonjak dibandingkan 14,11 persen pada Triwulan I 2026.

 

Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mencatat SBT sebesar 24,90 persen, didorong puncak panen padi dan jagung musim tanam pertama serta berlanjutnya panen komoditas perkebunan. Selain itu, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib juga menguat seiring percepatan realisasi belanja APBN dan APBD, disusul sektor Jasa Pendidikan.

 

Aktivitas perdagangan dan komunikasi juga mengalami perbaikan. Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dan libur sekolah pertengahan tahun mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, sehingga sektor perdagangan besar dan eceran serta informasi dan komunikasi kembali mencatat pertumbuhan positif.

 

Meski demikian, tingkat kapasitas produksi terpakai pada Triwulan II 2026 tercatat 70,67 persen, lebih rendah dibandingkan 77,28 persen pada triwulan sebelumnya. Penurunan tersebut terutama terjadi pada sektor pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian akibat berakhirnya musim tanam pertama serta normalisasi permintaan bahan bangunan.

 

Namun demikian, aktivitas produksi di NTT masih tergolong tinggi. Hal ini didukung kondisi keuangan pelaku usaha yang tetap sehat, tercermin dari likuiditas yang stabil serta peningkatan rentabilitas dari 13 persen menjadi 15,33 persen.

 

Survei juga menunjukkan adanya lonjakan investasi pelaku usaha. Nilai SBT investasi mencapai 18,35 persen, meningkat tajam dibandingkan 4,06 persen pada triwulan sebelumnya. Peningkatan investasi terutama berasal dari sektor pertanian, informasi dan komunikasi, serta real estat.

 

Selain itu, akses kredit juga membaik dengan Saldo Bersih sebesar 13 persen, naik dibandingkan 11 persen pada Triwulan I 2026. Namun, penyerapan tenaga kerja masih belum sepenuhnya pulih, dengan SBT tercatat minus 1,48 persen, dipengaruhi menurunnya kebutuhan tenaga kerja pertanian setelah masa panen dan belum optimalnya realisasi proyek infrastruktur pemerintah.

 

Memasuki Triwulan III 2026, pelaku usaha tetap optimistis terhadap prospek perekonomian NTT. Kegiatan usaha diprakirakan masih tumbuh dengan SBT sebesar 31,25 persen, didukung sektor pertanian, perdagangan, informasi dan komunikasi, serta administrasi pemerintahan.

 

Optimisme tersebut juga tercermin dari perkiraan meningkatnya penggunaan tenaga kerja yang kembali masuk zona ekspansi dengan SBT 8,72 persen. Di sisi lain, tekanan harga jual diperkirakan mereda seiring bertambahnya pasokan hasil panen gadu.

 

Hasil survei ini menunjukkan bahwa fondasi dunia usaha di NTT tetap kuat, didukung sektor pertanian yang menjadi penggerak utama, peningkatan investasi, serta membaiknya akses pembiayaan. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah pada paruh kedua tahun 2026.

Perempuan Cendana